Makan di FoodFezt sambil menikmati Event Clearmen Kick-OFF yang diselenggarakan oleh S pro! hari Rabu, 15 Januari 2010 sore. Aneka games seru dan acoustic performance ada disini. Cukup dengan membeli Clearmen ukuran 90 ml Foody (customer FoodFezt) berkesempatan mendapatkan tiket nonton Liga Spanyol serta mengikuti fun games lainnya, cukup dengan mengayunkan kaki anda bak pemain bola idola dan masukkan bola di spot poin untuk mendapatkan uang tunai dan merchandise. Dipandu oleh Tya Hatta dari Swaragama, acara yang berlangsung dari pukul 18.00 – 22.00 berlangsung seru. Ditemani live music performance dari Apple Band, Foody dapat menikmati makanan lezat, tempat yang nyaman dan doorprize menarik dari event tersebut.
BANTUL : Mungkin mendengar kata serabi, kita akan teringat dengan Kota Solo atau Bandung. Pasalnya serabi sangat terkenal di dua kota tersebut. Bahkan, makanan dari tepung beras itu sangat identik dengan kota-kota itu. Tetapi ternyata di Jogja juga ada makanan khas Kota Solo atau Bandung tersebut. Serabi khas Jogja ini lebih banyak dikenal masyarakat dengan nama serabi kocor.
Serabi kocor khas Jogja ini berbeda dengan serabi lain. Serabi kocor ini dalam pembuatanya tidak ada pemanis sama sekali. bahan-bahan yang digunakan adalah tepung beras, kelapa muda dan garam.
Proses pembuatanya juga tidak susah. Dari adonan yang terbuat dari bahan-bahan tersebut, masak di atas cetakan serabi dari tanah liat. Serabi kocor dimasak tanpa menggunakan minyak goreng. Biasanya menggoreng tanpa minyak tersebut oleh para pedagang disebut dengan sangan.
Ngadinem (42 tahun), salah satu pedagang serabi kocor di Jalan Bantul KM 6 atau sebelah selatan Jembatan Winongo Bantul mengatakan bahwa Jogjakarta juga mempunyai makanan khas berupa serabi.
"Makanan ini sudah dikenal sejak dulu. Tapi masyarakat Jogja sendiri tidak banyak yang tahu tentang serabi kocor khas Jogja ini," ungkap Ngadinem.
Ngadinem berjualan serabi kocor ini sudah 12 tahun. Serabi kocor ini dijual dengan harga Rp 1.000 setiap buahnya. Ia buka mulai pukul 15.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB.
Setiap harinya, ia mampu menjual sekitar 4kg adonan serabi kocor atau 120 serabi. Pembeli tidak hanya berasal dari Bantul saja. Pembeli juga berasal dari klaten, Prambanan, Kota Jogja dan Purworejo yang memang sudah berlangganan.
Pedagang serabi di Jalan Bantul ini tetap berharap, serabi kocor ini tidak punah oleh makanan-makanan modern. "Karena serabi kocor ini adalah makanan khas Jogjakarta," katanya. (BJ-33)






