21 Desember 2008

FOODFEST, RESTORAN BERBASIS IT ; Suguhkan 100 Menu Bercita Rasa Khas (Review FoodFezt di SKH Kedaulatan Rakyat)

YOGYA (KR) - Banyak cara dilakukan restoran atau rumah makan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas waktu, biaya maupun tenaga, dengan tetap mengedepankan cita rasa khas sebagai unggulannya. Namun Food Fest di Jalan Kaliurang km 5,5 Yogyakarta ini lain dengan resto atau rumah makan umumnya. Fajar Handika yang jebolan Teknik Komputer UGM, memilih memadukan information technology (IT) dengan keragaman menu-menu khas yang menjadi unggulan setiap makanan dan minuman yang disajikan.
Seluruh layanan Foodfest didukung penerapan IT. Sehingga pelayan restoran pun saat menghampiri pengunjung untuk mencatat pesanan menu bukannya membawa kertas catatan dan pulpen, melainkan membawa PDA. Dengan PDA itulah pelayan mencatat segala pesanan pengunjung. “Sebenarnya bukan kok gaya atau mengikuti trend, tapi memang pekerjaan menjadi lebih efisien dan efektif dari aspek biaya, waktu, dan tenaga. Jadi pelayan di sini minimal juga harus bisa mengoperasikan komputer,” ujar Fajar Handika yang menjadi owner sekaligus General Manager Foodfest yang dirintisnya sejak sekitar 1,5 tahun lalu itu.
Menurut Fajar, resto yang menyuguhkan lebih dari 100 menu unggulan dengan cita rasa khas, bukan seperti rumah makan serba ada yang rasanya standar ini telah menerapakan teknologi Foodfest Integrated Kitchen System (FIKS) yang secara sederhana bisa diartikan sebagai sebuah konsep integral antara waitress-kitchen-cashier-backoffice serta realtime. “Di Jakarta dan Singapura sudah banyak yang menggunakan perangkat seperti PDA sebagai gadget waitress ketika mereka menangani pesanan. Hanya saja, rata-rata restoran punya satu dapur atau bar, sedangkan Foodfest memiliki 11 dapur dan satu bar,” ujar Fajar Handika didampingi Faiz, marketing sekaligus public relations Foodfest.
Beberapa piranti pendukung FIKS antara lain internet server, database server, POS server, order terminal, kitchen monitor, print servers, printers, wireless access points, router, dan PDA. Dengan piranti ini, semua aktivitas di rumah makan ini bisa dimonitor dari mana saja. “Jadi saya bisa mengetahui berapa orang yang sedang makan, siapa saja yang melayani, apa saja pesanannya, dan sebagainya ,” kata Fajar. (San)-c

Tulisan asli klik ini

Tidak ada komentar: