17 Agustus 2009

Menuliskan kisah perjalanan : Kiat menembus media & penerbit



Travelling adalah suatu hal yang menyenangkan untuk dilakukan, baik sendiri maupun bersama teman, kekasih, bahkan rekan kerja. Ketika cerita tersebut dapat kita rangkai dalam suatu cerita, travellingpun dapat menjadi sebuah buku yang menarik. Sebut saja “The Naked Traveler” (Trinity), “Keliling Eropa 6 Bulan hanya US$ 1000” (Marina Silvia), “Merencanakan Sendiri Jalan-jalan” (Sonson), “Menyusuri Lorong-Lorong Dunia” (Sigit Susanto), dan yang belum lama diterbitkan adalah “Tales from the ROAD” (Matatita). Sabtu, tanggal 8 Agustus 2009, FoodFezt bekerja sama dengan Regol Media menyelenggarakan acara talk show bertajuk Menuliskan Kisah Perjalanan dan kiat menembus media dan penerbit.

Talk show ini merupakan bagian dari serangkaian acara yang diorganisir oleh Regol event, menghadirkan obrolan santai dan berbagi tips dan kiat dalam menuliskan kisah perjalanan agar layak dimuat di media cetak maupun dilirik penerbit. Narasumber yang didatangkan antara lain Salman Faridi, CEO penerbit Bentang Pustaka, dan tentu saja Matatita, penulis buku travelogue TALES from the ROAD. Sayang sekali Wahyu Hidayat, Redaktur Senior Reader’s DIGEST Indonesia yang juga direncanakan menjadi narasumber batal hadir karena pesawatnya yang batal terbang.

Menurut Salman Farid menembus penerbit dengan tulisan bertema perjalanan sebenarnya tidak sesulit yang dibayangkan. Dalam acara yang dihadiri lebih dari 130 orang ini, Matatita membagikan tips dan pengalamannya seputar menerbitkan kisah perjalanan yang semula berada di blog menjadi sebuah buku. Menurutnya dalam menulis kisah perjalanan sebaiknya memperhatikan detail dari tempat-tempat yang dikunjungi. Dengan adanya spesifikasi topik akan menambah value dari tulisan.

Liputan lebih lengkap mengenai acara bisa di klik di sini.

Tidak ada komentar: